Saturday, 22 October 2016

Review : DILAN 1990 , DILAN 1991 , MILEA

Akhir akhir ini tanganku sudah gatal untuk me - review dan membuat perbandingan buku karya ayah . Sudah pasti tahu kan Ayah Pidi Baiq dengan novel best seller nya . Iya , dilan tahun 1990 , dilan tahun 1991 dan milea suara hati dari dilan . Menurut aku novel novel ini yang sudah aku baca semua mempunyai daftar daftar perbandingan didalamnya . Lihat di bawah ini :


Dia adalah dilanku tahun 1990


Dia adalah dilanku tahun 1991

Milea : Suara hati dari dilan
Aku bisa merasakan langsung apa yang sedang milea rasakan kepada sosok dilan
Kurang greget untuk bisa masuk kedalam novel yang bagian kedua ini
Aku bisa merasakan apa yang dilan rasakan dengan menggunakan sudut pandang yang dilan lakukan

Lebih mudah pembaca masuk kedalam tulisan dan latar kejadiannya
Masih bisa masuk tapi masih ada yang kurang greget dalam penyampaiannya . Gak seasik di dilan 1990 karena mungkin disini udah seperti pokok permasalahannya
Lebih mudah memahami sosok dilan . Dengan cara pandang dilan sendiri . karena dibuku yang pertama dan kedua . Milea mendominasi  apa yang milea rasakan

Sejauh ini , masih suka  sekali membaca buku ini berulang ulang karena apa yang dilakukan dilan kepada milea membuat aku dan mungkin pembaca lainnya menginginkan sosok dilan di kehidupan nyatanya
Masih sama yaitu suka tetapi disini lebih konflik dan konflik dan mungkin buku dilan 1991 ini adalah buku pidi baiq yang membuat orang menangis dan menyalahkan adanya perpisahan
Awalnya , aku anggap bahwa dilan adalah makhluk egois dan gengsian dan milea adalah sukanya nunggu . Aku suka dengan bagaimana dilan menceritakan sosok milea tetapi juga kesal dengan apa yang dilakukan dilan . Tetapi sejauh ini , aku masih suka dengan buku karya ayah ini

Kalau di tulis dengan bintang satu sampai 5 . Menurutku , ini bintangnya lima

Kalau ini bintangnya 3,5
Kalau ini bintangnya 4,5

Kutipan kutipan novel seri dari dilan :




Dia adalah dilanku tahun 1990


Dia adalah dilanku tahun 1991

Milea : Suara hati dari dilan
“ Milea , aku belum mencintaimu , enggak tahu kalau sore . Tunggu aja  “
“ Meskipun semua orang bilang aku bodoh karena memilihnya , tapi aku ingin bersama orang orang yang selalu bisa membuat aku merasa senang “

“ Akhirnya aku berpacaran dengan Milea . Bagiku Lia adalah perempuan yang memiliki semua yang aku sukai . Aku suka ketika dia ada . Aku suka ketika dia ketawa . Aku suka ketika dia tersenyum . Aku suka ketika dia bicara . Aku suka ketika dia memelukku diatas motor . Aku suka ketika dia meladeniku bicara . “

“ Cinta itu indah , jika bagimu tidak berarti kamu salah milih pasangan “
“ Senakal nakalnya anak geng motor Lia , mereka akan sholat pada waktu ujian praktek
agama “

“ Aku ingat,  aku pernah bilang kepadanya jika ada yang menyakitinya orang itu akan hilang . Jika orang itu adalah aku maka aku harus hilang “

“ Kalau aku datang karena aku takut ayahmu berarti aku pecundang “
“ Aku mencintaimu biarlah ini urusanku . Bagaimana kau kepadaku . Terserah , itu urusanmu  “

“ Aku ingin berdua dengan Lia menyusuri Jalan Malioboro dan mengatakan banyak hal untuk membuat dia ketawa . Menghabiskan sebagian besar waktu dengannya berkeliling kota Jogja , seperti yang dulu kami pernah rencanakan “

“ Gue butuhnya laki laki yang suka nolong bukan minta tolong
“ Aku rindu kamu , itu akan selalu “


“ Lia tuh nunggu kamu ngajak balikan . Udah kodratnya cewek suka nunggu . Cowoknya yang harus ngerti tapi kamunya ya gitu malah ngerasa gengsi untuk ngehubungi dia “

“ katanya perempuan gak suka ditanya “
“ Dilan , biarkan aku ingin tahu kabarmu “

“ Terima kasih Lia . terima kasih , dulu kau pernah mau


No comments:

Post a Comment